ACEH SINGKIL - Kecemasan menyelimuti Kabupaten Aceh Singkil pada Rabu malam, 11 Februari 2026, ketika puluhan siswa terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Mereka diduga mengalami keracunan parah setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disediakan.
Gejala seperti pusing, mual, hingga muntah-muntah hebat dialami para siswa, yang menimbulkan kekhawatiran besar bagi orang tua dan pihak sekolah. Dugaan kuat mengarah pada keracunan makanan sebagai penyebab utama insiden yang mencemaskan ini.
Bupati Kabupaten Aceh Singkil, Safriadi Oyon, yang langsung meninjau kondisi para siswa di RSUD, menyatakan keprihatinannya. "Untuk sementara dugaan para siswa ini karena keracunan makanan, " ujar Oyon, Rabu Malam, 11 Februari 2026, usai memantau langsung keadaan mereka.
Para siswa yang kini mendapatkan perawatan intensif berasal dari dua institusi pendidikan: Pondok Pesantren Modren Darul Mustafa di Bukit Harapan, serta siswa-siswi dari TK Bunga Al-Qur'an di Gunung Meriah, Aceh Singkil. Kondisi mereka menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah.
Menyikapi situasi darurat ini, Bupati Oyon menegaskan komitmennya untuk memastikan penanganan medis terbaik bagi para siswa dan santri. "Kita akan memberikan pelayanan perawatan intensif yang terbaik kepada siswa melalui RSUD, " tambahnya, menunjukkan keseriusan dalam menangani kejadian ini.
Lebih lanjut, Bupati Oyon juga mengumumkan langkah tegas untuk mengusut tuntas akar permasalahan. Makanan yang dikonsumsi oleh para siswa dan santri tersebut akan segera menjalani uji laboratorium. "Selanjutnya makanan yang dikonsumsi para siswa ini akan dilakukan uji laboratorium, " tegas Oyon, demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Aceh Singkil, ketika dihubungi untuk dimintai tanggapan resmi mengenai insiden ini, belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. (PERS)

Updates.